Lewati ke konten
KAIROS ALAT BERAT

Excavator

Cara Menghitung Produktivitas Excavator (Dengan Contoh Angka)

· Kairos Alat Berat · 5 menit baca

Cara Menghitung Produktivitas Excavator (Dengan Contoh Angka)
Foto: Andrew Diack , Wikimedia Commons, CC BY-SA 2.0

"Excavator ini sehari bisa berapa kubik?" Pertanyaan ini muncul saat menyusun penawaran, merencanakan jumlah truk, atau mengevaluasi kenapa proyek terlambat. Banyak orang menjawab dari pengalaman atau perkiraan kasar. Tidak salah, tapi akan jauh lebih kuat kalau Anda bisa menghitungnya dengan cara yang terstruktur.

Di artikel ini kita bahas rumus produktivitas excavator yang umum dipakai, arti setiap komponennya, dan contoh perhitungan dengan angka.

Rumus Dasar

Produktivitas excavator per jam biasanya dihitung dengan rumus berikut:

Q = q × (3600 / Cm) × E

Keterangan:

  • Q = produktivitas (m³ per jam)
  • q = produksi per siklus (m³), yaitu kapasitas bucket dikali faktor pengisian
  • Cm = waktu siklus (detik)
  • E = efisiensi kerja
  • 3600 = jumlah detik dalam satu jam

Rumus ini sederhana, tapi setiap komponennya punya "jebakan" sendiri. Mari kita bahas satu per satu.

Kapasitas Bucket dan Faktor Pengisian

Kapasitas bucket yang tercantum di brosur biasanya kapasitas munjung (heaped) berdasarkan standar tertentu. Di lapangan, bucket jarang terisi persis sesuai angka itu. Karena itu kita pakai faktor pengisian bucket (bucket fill factor).

Kondisi materialFaktor pengisian (perkiraan)
Mudah digali, tanah gembur, pasir lembap1,0–1,1
Sedang, tanah biasa, kerikil0,8–1,0
Agak sulit, tanah liat keras0,7–0,8
Sulit, batu hasil ledakan, material berbongkah0,5–0,7

Angka di atas adalah kisaran umum yang banyak dipakai sebagai referensi. Gunakan pengamatan lapangan untuk menyesuaikannya.

Waktu Siklus

Satu siklus excavator terdiri dari: menggali, mengayun (swing) bermuatan, membuang muatan, dan mengayun kembali kosong. Waktu siklus dipengaruhi oleh:

  • Kedalaman galian: makin dalam, makin lama.
  • Sudut swing: swing 90 derajat jauh lebih cepat daripada 180 derajat.
  • Jenis material: material keras butuh waktu gali lebih lama.
  • Kondisi pembuangan: membuang ke truk butuh ketelitian lebih dibanding ke tumpukan.
  • Kemampuan operator.

Untuk excavator 20 ton yang memuat truk dengan swing sekitar 90 derajat di tanah biasa, waktu siklus di lapangan sering berada di kisaran 15–20 detik. Cara paling baik adalah mengukur langsung dengan stopwatch selama beberapa puluh siklus, lalu ambil rata-ratanya.

Efisiensi Kerja

Tidak ada excavator yang benar-benar menggali 60 menit penuh dalam satu jam. Ada waktu menunggu truk, berpindah posisi, istirahat operator, briefing, atau gangguan cuaca. Efisiensi kerja menggambarkan berapa menit efektif dalam satu jam.

  • Kondisi baik dan terorganisir: sekitar 0,80–0,85 (sekitar 50 menit per jam)
  • Kondisi sedang: sekitar 0,70–0,75
  • Kondisi kurang baik: 0,60 atau lebih rendah

Dalam praktik, efisiensi juga dipengaruhi faktor operator dan kondisi mesin, kadang dihitung terpisah.

Contoh Perhitungan

Kasus: excavator 20 ton dengan bucket 0,9 m³ memuat tanah biasa ke dump truck, swing sekitar 90 derajat.

  1. Kapasitas bucket: 0,9 m³
  2. Faktor pengisian: 0,9 (tanah biasa)
  3. q = 0,9 × 0,9 = 0,81 m³ per siklus
  4. Waktu siklus hasil pengukuran: 18 detik
  5. Jumlah siklus per jam: 3600 / 18 = 200 siklus
  6. Efisiensi kerja: 0,75
  7. Q = 0,81 × 200 × 0,75 = 121,5 m³ per jam (volume dalam kondisi lepas/loose)

Kalau unit bekerja 8 jam efektif per hari, produksi teoretisnya sekitar 970 m³ lepas per hari.

Jangan Lupa: Volume Asli, Lepas, dan Padat

Tanah yang digali mengembang. Satu meter kubik tanah asli (bank) bisa menjadi lebih dari satu meter kubik saat lepas di bak truk. Sebaliknya, saat dipadatkan di timbunan, volumenya menyusut.

Kesalahan umum dalam penawaran adalah mencampuradukkan ketiga satuan ini. Kontrak galian biasanya dihitung dalam volume asli (bank cubic meter), sedangkan produktivitas alat sering dihitung dalam volume lepas. Gunakan faktor konversi (swell factor) yang sesuai jenis tanah untuk mengubahnya.

Menyeimbangkan dengan Jumlah Truk

Produktivitas excavator tidak ada artinya jika truk tidak cukup. Cara kasar menghitung jumlah truk:

  1. Hitung berapa bucket untuk memenuhi satu truk (kapasitas bak dibagi q).
  2. Hitung waktu muat satu truk (jumlah bucket × waktu siklus).
  3. Hitung waktu siklus truk: muat, angkut, buang, kembali, antre.
  4. Jumlah truk ≈ waktu siklus truk ÷ waktu muat satu truk.

Jika excavator sering menunggu truk, efisiensinya turun. Jika truk sering antre, biaya truk terbuang. Keseimbangan ini disebut match factor.

Cara Meningkatkan Produktivitas di Lapangan

  • Posisikan truk agar sudut swing kecil, idealnya sekitar 60–90 derajat.
  • Excavator berdiri sedikit lebih tinggi dari truk saat memungkinkan (bench loading), sehingga tidak perlu mengangkat bucket terlalu tinggi.
  • Gunakan bucket yang sesuai material: bucket terlalu besar untuk material berat malah memperlambat.
  • Jaga jalan akses truk agar truk cepat datang dan pergi.
  • Jaga kondisi unit: excavator dengan hidrolik lemah otomatis memperpanjang waktu siklus. Lihat perawatan sistem hidrolik.

Contoh: Menghitung Jumlah Truk

Melanjutkan contoh sebelumnya, misalkan excavator memuat dump truck dengan kapasitas bak sekitar 8 m³ lepas.

  1. Bucket per truk: 8 ÷ 0,81 ≈ 10 bucket.
  2. Waktu muat satu truk: 10 × 18 detik = 180 detik = 3 menit.
  3. Waktu siklus truk: muat 3 menit, berangkat bermuatan 10 menit, buang dan manuver 2 menit, kembali kosong 8 menit, antre dan posisi 2 menit. Total 25 menit.
  4. Jumlah truk yang dibutuhkan agar excavator tidak menunggu ≈ 25 ÷ 3 ≈ 8,3 truk.

Dengan 8 truk, excavator sesekali akan menunggu. Dengan 9 truk, truk sesekali akan antre. Pilihan antara keduanya tergantung mana yang lebih mahal: excavator menunggu atau truk antre. Biasanya, karena excavator adalah alat yang menentukan produksi, banyak kontraktor memilih sedikit kelebihan truk.

Mengukur Waktu Siklus di Lapangan

  1. Pilih periode kerja normal, bukan saat awal shift atau menjelang istirahat.
  2. Catat waktu dari bucket mulai menggali sampai kembali ke posisi gali berikutnya, untuk setidaknya 30 siklus.
  3. Catat juga gangguan: menunggu truk, pindah posisi, memperbaiki pijakan.
  4. Hitung rata-rata waktu siklus murni dan persentase gangguan.
  5. Ulangi untuk operator dan kondisi yang berbeda bila perlu.

Data ini tidak hanya berguna untuk perhitungan produktivitas, tetapi juga untuk menemukan sumber pemborosan. Gangguan yang sering berulang biasanya bisa diperbaiki dengan perencanaan.

Faktor Koreksi Lain yang Kadang Dipakai

  • Faktor operator: perbedaan keterampilan antar operator.
  • Faktor kondisi alat: unit dengan hidrolik yang mulai lemah memiliki siklus lebih lambat.
  • Faktor cuaca: hujan menurunkan efisiensi, terutama untuk truk.
  • Faktor ketinggian: untuk lokasi di dataran tinggi, tenaga mesin bisa berkurang.

Faktor-faktor ini sering digabungkan ke dalam efisiensi kerja atau dipakai terpisah tergantung metode yang Anda gunakan. Yang penting adalah konsistensi dan kejujuran dalam asumsi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah rumus produktivitas sama untuk semua merek?

Ya, prinsip rumusnya sama. Yang berbeda adalah kapasitas bucket, kecepatan hidrolik, dan karakter unit yang memengaruhi waktu siklus.

Kenapa hasil di lapangan jauh di bawah hitungan?

Biasanya karena efisiensi kerja nyata lebih rendah dari asumsi: menunggu truk, pindah posisi, cuaca, atau kondisi unit. Ukur langsung dan perbarui asumsi Anda.

Bagaimana menghitung biaya per kubik?

Bagi biaya operasional per jam dengan produktivitas per jam. Cara menghitung biaya per jam ada di artikel biaya operasional excavator per jam.

Penutup

Dengan rumus sederhana dan pengukuran lapangan yang jujur, Anda bisa menyusun penawaran yang lebih akurat dan menemukan sumber pemborosan di proyek. Butuh unit tambahan untuk mengejar target? Lihat stok excavator Kairos.